Senin, 30 Januari 2012

10 Teknik Mengingat Pembicaraan

Kapasitas otak kita memang terbatas. Sebagian orang malah hanya mengingat kurang dari 25% saja.  Itu sebabnya kita takkan bisa mengingat semua yang terjadi sepanjang hidup kita. Termasuk isi percakapan yang kita lakukan dengan siapa saja dalam 24 hari. Parahnya seringkalai ‘hilangnya’ isi percakapan terjadi saat kita berada di tengah pembacaraan penting. Ketika mereka menanyakan isi pembicaraan yang sudah lewat, Anda lupa dengan apa yang baru saja mereka katakan. Kalau begini, Anda mungkin akan dianggap tidak menyimak atau malah dikira tidak tertarik dengan pembicaraan tersebut. Namun jangan berkecil hati jika Anda mengalaminya. Nah, agar Anda tidak selalu kehilangan isi pembicaraan, cobalah beberapa tips berikut:


1. Take It Easy Stres akibat pekerjaan menumpuk, deadline atau dalam keadaan membingungkan, sering membuat pikiran jadi tidak fokus. Alhasil, ketika teribat dalam pembicaraan, Anda tidak menyimak semuanya karena (mungkin) pikiran Anda melayang ke persoalan tadi. Solusi: jangan panik, tetaplah bersikap tenang. Tarik napas panjang dalam-dalam dan katakan pada diri sendiri “Don’t Worry be happy.” Sikap tenang akan mempengaruhi daya kerja otak Anda. Dengna tetap terkonsentrasi pada apa yang terjadi di depan Anda.

2. Lakukan Visualisasi Teman Anda sedang bercerita kepada Anda? Atau bos sedang menyuruh Anda mengerjakan sesuatu? Untuk membantu mengingat, coba buat gambaran di dalam pikiran. Kebanyakan orang lebih visual dibanding auditory sehingga Anda lebih mudah mengingat sesuatu yang Anda lihat di dalam pikiran dibanding apa yang Anda dengar melalui telinga Anda.

3. Sebut Nama Agar orang lain mengingat apa yang Anda katakan caranya dengan sering-sering menyebut nama orang tersebut di sepanjang percakapan. Secara psikologis, otak Anda diprogram untuk terus menerus mendengarkan saat nama Anda disebutkan. Jadi, jika Anda sering menyebut lawan bicara, kecil kemungkinan dia tak akan mendengarkan. Solusi: coba terapkan hal ini dengan keadaan sebaliknya. Jika ternyata lawan bicara tidak sering menyebut nama Anda, berusahalah lebih sensitive dengan sebutan orang kedua, yaitu ‘kamu’, Anda dan sebagainya.

4. Ingat Pesan Mama Masih ingat pesan ibu yang menyuruh Anda menatap mata orang yang sedang berbicara dengan Anda (lawan bicara) sebagai aturan sopan santun? Ternyata ini bukan sekedar aturan tata krama saja lho? Menatap mata orang yang mengajak bicara benar-benar bisa membantu men

5. Perintah Diri Sendiri Anda akan sulit mengingat jika Anda tak merasa membutuhkannya atau jika tak memerintahkan diri Anda untuk mengingat. So, selalu katakan pada diri sendiri bahwa Anda ingin mengingat bagian tertentu dari percakapan itu dan konsentrasi pada bagian itu. Percaya atau tidak, cara ini akan meningkatkan kemampuan mengingat Anda sampai 2 kali lipat. Ini disebabkan karena Anda mengingat apa yang ingin Anda ingat.

6. Catat Agar lebih ingat lagi Tak ada salahnya Anda mencatat poin-poin penitng dari sebuah pembicaraan. Kebiasaan mencatat ini merupakan cara yang paling efektif agar Anda tidak lupa dengan semua isi pembicaraan yang telah Anda lakukan

7. Get Organized Memang ritual yang sama setiap hari akan membuat pikiran dan emosi Anda mengikut pola yang sama. Itu sebabnya, Anda dianjurkan sesekali menyingkirkan rutinitas dari biasanya, Karena sesuatu yang baru, diyakini dapat menyegarkan pikiran dan berdampak positi bagi Anda. Meskipun begitu, untuk membuat pikiran Anda tetap sehat dan ingatan kuat, Anda disarankan menjalani hidup teratur dan terencana. Cara ini akan membuat Anda mampu mengingat sesuatu dengan mudah.

8. Olahraga Para dokter dan pakar kesehatan mengatakan bahwa olahraga dapat melancarkan dan memperbaiki sirkulasi darah ke otak. Hal ini akan memberi pengaruh positif pada otak. Otak dapat bekerja lebih segar sehingga akan memudahkan Anda untuk mengingat segala sesuatu yang akan dan sudah Anda lakukan.

9. Belajar Menyanyi Masih ingat bagaimana Anda dulu bertambah kosakata bahasa inggris lewat lagu atau menangkap lirik romantis dengan bernyanyi? Memang musik sudah terbukti dapat memperkuat pikiran, menyalurkan kreativitas dan bahkan menyembuhkan tubuh. Dengan belajar bernyanyi, Anda tidak hanya menemukan suara Anda, tapi juga memperluas pergaulan dan mengembangkan daya ingat. Fakta: berkat The Mozart Effect, pelajar SMU di Amerika yang menyanyi atau memainkan musik mampu mencapai 51 poin lebih tinggi pada ujian akhir nasional.

10. Aktivitas Baru Anda juga dianjurkan untuk melakukan aktifitas fisik baru untuk menyegarkan pikiran. Selama melakukan kegiatan fisik pikiran akan bekerja lebih aktif. Anda bisa melakukan olahraga baru atau rekreasi ke tempat yang belum pernah Anda kunjungi. Tanpa Anda sadari pikiran akan bekerja lebih aktif selama Anda

10 kebiasaan yang dapat menghalangi kesuksesan

Tidak ada orang yang ingin gagal, semua orang ingin jadi orang yang sukses. Tetapi apakah semua orang ingin berkorban untuk mencapai kesuksesan? Tidak. Banyak orang yang ingin sukses, menjadi kaya, terkenal, atau menjadi ahli dalam suatu bidang hanya dalam sekejap mata. Faktanya, menjadi sukses adalah sebuah perjalanan panjang dimana kita harus banyak berkorban untuk meraihnya. Apakah kamu sudah punya rencana untuk 1 tahun, 5 tahun, atau 10 tahun ke depan? Jika punya, maka itu adalah hal yang baik. Apabila kamu sama sekali belum tahu akan melakukan apa di masa depan, cobalah untuk mulai merencanakan itu, semakin cepat semakin baik.

Namun, apakah hanya dengan memiliki rencana di masa depan akan membuatmu sukses? Tidak. Akan banyak rintangan yang kamu harus hadapi untuk menuju ke sana. Dan faktanya adalah, rintangan itu justru banyak yang berasal dari diri kita sendiri, terutama kebiasaan kita. Ya, musuh terbesar dalam mencapai kesuksesan adalah diri kita sendiri.

Di bawah ini adalah 10 kebiasaan buruk yang menghalangi dirimu dari kesuksesan:


1. Tidak tahu prioritas

Ketika kamu memiliki suatu pekerjaan penting yang harus dilakukan namun kamu malah melakukan pekerjaan lain yang tidak penting, maka ini adalah sebuah bencana. Jika apa yang kamu kerjakan sangat banyak, buatlah daftar to-do-list yang berurutan mulai dari pekerjaan yang penting sampai yang kurang penting.

2. Menunda-nunda pekerjaan (procrastinate)

Orang yang suka menunda-nunda pada akhirnya cenderung tidak melakukan apapun. Sikap yang menonjol dari seorang procrastinator adalah sikap optimis bahwa ia bisa mengerjakan sesuatu dalam waktu yang singkat. Padahal waktu yang singkat akan memberikan tekanan yang lebih besar dan membuat hasil pekerjaanmu tidak maksimal atau lebih parah lagi, tidak selesai.

3. Tetap berada di zona nyaman

Orang yang tetap berada di zona nyaman adalah orang yang takut akan perubahan. Takut akan hal baru akan menghalangi seseorang dalam meningkatkan kemampuan, mengembangkan diri dan berinovasi. Apakah kamu akan pernah sampai di puncak apabila kamu terus berkemah di lereng gunung?

4. Menyerah terlalu cepat

Ketika kamu sudah melangkah, maka kamu akan menghadapi kesulitan, halangan, dan kesalahan. Semua orang mengalami itu, bukan hanya dirimu. Yang membedakan adalah reaksi kita saat menghadapi kesulitan. Kamu harus mengetahui bahwa tidak ada cara atau resep mudah untuk mencapai kesuksesan, apapun yang kamu kerjakan. Tahukah kamu bahwa kegagalan adalah pilihan, bukan nasib? Kamu hanya akan gagal ketika kamu menyerah.

5. Tidak ada tindakan

Rencana sebaik apapun, mimpi sebesar apapun tidak ada gunanya apabila kamu tidak mengambil tindakan. Kamu mungkin saja punya impian menjadi miliuner, tetapi bisakah itu terjadi apabila apa yang kamu kerjakan hanya menonton tv atau bermain game?

6. Tidak memiliki mimpi

Orang yang tidak memiliki mimpi tidak akan memiliki alasan untuk berjuang dan berusaha. Ibaratnya seperti bermain basket tanpa keranjang untuk memasukkan bola, apa gunanya? Hidupmu akan hampa dan membosankan apabila kamu tidak memiliki mimpi untuk diperjuangkan. Manusia tidak akan hidup selamanya, apakah kamu senang menghabiskan waktumu yang singkat ini dengan mengembara tanpa tujuan?

7. Perfeksionis

Perfeksionis adalah pembunuh karir. Kamu tidak akan pernah bisa menghargai hasil pekerjaanmu dan selalu fokus pada apa yang salah dari pekerjaanmu itu. Memang berinovasi dan memperbaiki kekurangan pekerjaan kita adalah hal yang sangat baik, namun semua itu bisa kita lakukan seiring waktu berjalan. Pekerjaan manusia tidak akan pernah sempurna, akan selalu ada ruang untuk kemajuan. Jangan lupa bahwa masih banyak hal yang harus kamu kerjakan.

8. Tidak fokus

Ini adalah salah satu kesalahan besar yang sering dilakukan orang. Mereka memiliki ambisi besar untuk sukses, lalu mereka ingin mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Hasilnya sudah bisa ditebak, mereka kewalahan. Mereka berpindah dari satu pekerjaan, ke pekerjaan lain, namun tidak ada satupun dari pekerjaan itu yang selesai. Bisakah kamu memakan satu hamburger hanya dalam satu gigitan?

9. Budaya instan

Zaman sekarang adalah zaman dimana manusia sangat dimanjakan. Handphone, komputer, internet, mobil, lift, mie instan, bahkan makanan siap saji. Karena sudah terbiasa terhadap fasilitas-fasilitas seperti itu, manusia ingin serba cepat dalam melakukan sesuatu, termasuk dalam meraih kesuksesan. Mereka biasanya akan mencari suatu pekerjaan yang diyakini mampu membuat ia cepat sukses, dan ketika menghadapi kegagalan, mereka akan putus asa. Kamu harus tahu bahwa, tidak ada yang namanya kesuksesan yang instan. Seperti yang dikatakan di awal artikel, kesuksesan adalah perjalanan.

10. Manajemen waktu yang buruk

Satu tahun terdiri dari 365 hari, satu hari terdiri dari 24 jam, dan satu jam terdiri dari 60 menit. Semua makhluk hidup di bumi ini memiliki waktu yang sama, namun mengapa hasilnya berbeda? Sedikit yang sukses, banyak yang gagal. Cara bagaimana kita memanajemen waktu sangat menentukan. Sedikit orang yang berusaha mewujudkan mimpinya, namun sangat banyak yang bermalas-malasan dan terus menunggu waktu yang mereka anggap tepat. Apa alasannya? Aku masih muda, aku belum siap, hidup harus dinikmati, atau alasan lain yang intinya mengatakan bahwa ‘waktuku masih banyak, tenang saja’. Bisakah kamu mengatakan itu, apabila seandainya kamu diberi tahu bahwa hidupmu tinggal 1 hari, 1 bulan, atau 1 tahun lagi? Apakah kamu masih menganggap waktumu masih banyak? Apabila kamu tidak pernah mengatur waktumu, pada akhirnya kamu hanya akan bisa menyesal, ternyata semua sudah terlambat.

Kamis, 26 Januari 2012

Kriteria pekerjaan yang cocok dengan diri kita


Saat ini tidak hanya laki-laki saja yang bekerja untuk mencari nafkah, namun perempuan juga banyak yang bekerja untuk menambah penghasilan keluarga. Bekerja tidak selalu hanya untuk mencari uang, akan tetapi juga untuk tujuan lainnya seperti aktualisasi diri, mencari teman, mencari jodoh, mencari kesibukan diri, dan lain sebagainya.

Pekerjaan yang baik bukan hanya pekerjaan yang memberikan penghasilan yang besar saja, bukan juga yang nyaman dilakukan, tetapi lebih dari itu, ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Setiap orang yang bekerja harus bisa menemukan pekerjaan yang tepat dan cocok untuk dirinya sendiri. Gagal mencari kerja yang cocok dengan minat, bakat dan kemampuannya bisa membuat seseorang kurang bahagia lahir dan batin.
Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda / ciri-ciri / kriteria pekerjaan yang cocok dengan diri seseorang :
1. Bisa Menjalankan Pekerjaan Tanpa Banyak Kesulitan
Dalam bekerja di kantor harus menguasai pekerjaan yang dijalani sehingga tidak merepotkan orang lain saat bekerja. Sebagian besar pekerjaan yang dikerjakan harus bisa diselesaikan oleh diri sendiri. Lain hal jika pekerjaan itu butuh kerjasama tim.
2. Bekerja di Lokasi / Tempat Kerja yang Cocok
Jangan memilih pekerjaan yang terlalu jauh tempatnya dari tempat tinggal kita, karena dapat menguras tenaga, biaya dan waktu kita. Namun jika sudah terlanjur, maka bisa diatasi dengan mencari tempat tinggal yang lebih dekat dengan kantor, selama anggota keluarga lain tidak keberatan.
3. Memberikan Penghasilan dan Tunjangan yang Baik dan Halal
Percuma kita kerja banting tulang, peras keringat, tekor otak apabila pendapatan yang diterima tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan hidup sederhana sehari-hari. Carilah pekerjaan yang penghasilan serta tunjangannya bisa lebih dari cukup dalam mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Pekerjaan dan penghasilan pun juga harus halal dari sisi Agama kita.
4. Bekerja dengan Orang-Orang yang Menyenangkan
Kita bisa pusing dan stress jika rekan-rekan kerja kita selalu membuat masalah dengan kita. Bekerja yang baik harus diliputi oleh suasana kekeluargaan, saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain serta penuh dengan canda tawa dalam porsi yang wajar.
5. Menyukai dan Menikmati Pekerjaan yang Diberikan
Kita bekerja harus sesuai dengan minat kita sehingga kita bisa menjalankan pekerjaan dengan penuh suka cita dan penuh tanggungjawab. Tanpa itu maka kita akan merasa seperti terpaksa melakukan pekerjaan kita yang tanpa didasari keinginan kuat untuk melakukan pekerjaan yang diberikan.
6. Budaya Kerja yang Baik
Di dalam tempat kerja memiliki aturan-aturan, adat kebiasaan, norma dan nilai-nilai yang adil serta sesuai dengan hati nurani kita. Jika bertentangan maka bisa membuat kita kurang menikmati pekerjaan tersebut.
7. Memiliki Atasan dan Bawahan yang Baik
Tiada pekerjaan yang lebih indah jika atasan dan bawahan kita adalah orang-orang terbaik dan menyenangan. Jika kita salah, maka bos akan membantu memperbaiki dan anak buah selalu mengingatkan. Dalam bekerja atasan mengayomi dan bawahan memberikan dukungan moril dan spirituil yang baik.
8. Pekerjaan Tetap yang Berkesinambungan
Pekerjaan yang digeluti harus memberikan kepastian di masa depan. Status kepegawaian kita harus bisa menjadi pegawai / karyawan tetap setelah mengabdi untuk masa waktu tertentu. Tidak terus menerus sebagai pegawai / karyawan kontrak, honorer atau pun outsourcing.
9. Memberikan Penghargaan Jika Telah Bekerja dengan Baik
Betapa senangnya jika pekerjaan yang telah kita kerjakan dengan baik dihargai oleh perusahaan. Jika kita bekerja dengan sepenuh jika namun dihargai sama dengan orang yang kerjanya biasa-biasa saja, maka kita bisa menjadi tidak semangat dalam bekerja secara maksimal.
10. Membuat Keluarga Kita Bangga
Keluarga kita di rumah dan di luar rumah pun juga harus setuju dengan pekerjaan yang saat ini kita geluti. Akan sangat bermasalah jika profesi dan tempat kita bekerja ditentang oleh keluarga dan masyarakat umum.
11. Tidak Sering Menimbulkan Konflik / Masalah
Jika selama kita bekerja selalu memunculkan permasalahan demi permasalahan yang pelik, maka sebaiknya kita minta pindah bagian atua bila perlu carilah pekerjaan lain. Konflik / masalah yang timbul dapat merusak konsentrasi kerja dan konsentrasi di luar kerja sehingga bisa membuat hidup kita kurang bahagia.
12. Tidak Ingin Mencari Pekerjaan Lain
Yang paling penting dalam menentukan pekerjaan yang cocok atau tidak untuk diri kita sendiri adalah keinginan untuk pindah pekerjaan. Jika rasa itu ada maka sudah pasti pekerjaan itu tidak cocok. Namun jika rasa keinginan itu tidak ada, maka berarti kita sudah merasa cocok bekerja di tempat kerja kita. Beda halnya jika tidak mau cari pekerjaan lain karena memang tidak ada pekerjaan lain yang bisa kita dapatkan atau bekerja karena terpaksa oleh keadaan.
-----
Jika ada banyak point di atas yang terpenuhi, maka berarti pekerjaan yang telah kita kerjakan sudah cocok dengan diri kita. Namun jika banyak yang tidak sesuai dengan kondisi riil di tempat kita kerja, maka itu tandanya kita tidak menyukai pekerjaan yang saat ini dijalani, sehingga perlu tindak lanjut dari persoalan ini